KUNCI SUKSES MERAWAT JAMBU BANGKOK

Jambu bangkok harus mendapat perawatan ekstra supaya buah yang dipetik bisa besar-besar ukurannya. Bagaimana perawatan itu, Suharyo di Pati dan Poliman di Medan mengungkapkan hal itu kepada kami.

I.   Ketika Menanam Bibit

Sejak awal jambu bangkok memang harus diperhatikan sungguh-sungguh. Misalnya, pembuatan lubang tanam, harus lebar dan dalam, maksudnya supaya akar tanaman cukup leluasa mencari makan. Tanah galian juga mesti dipupuk supaya tanmaan mendapat makanan yang cukup.

budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji, cara lengkap budidaya jambu

Membuat lubang tanam berukuran cukup lebar dan dalam

1.  Membuat Lubang Tanam

Lubang tanam dibuat berukuran : 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Tanah galian digundukkan di sisi lubang. Gundukan tanah bagian atas harus terpisah dari gundukan tanah galian bawah. Tanah bagian atas berasal dari galian sedalam 20-30 cm. Lubang tanam hendaknya dibiarkan dulu paling tidak seminggu agar cukup kena angin dan sinar matahari. Dengan demikian, diharapkan kalau ada jasad renik yang bisa mengganggu akar tanaman kelak, bisa mati.

jambu bangkok merah jambu bangkok tanpa biji

Tanah bagian atas diolah terlebih dahulu

2.  Memupuk tanah galian

Tanah galian bagian atas diambil dan dicampur pupuk kandang yang sudah matang dan pasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah pencampuran tanah galian dibiarkan 3-7 hari sambil menunggu lubang tanam cukup mendapat “angin” dan sinar matahari.

cara lengkap budidaya jambu, jambu bangkok merah, jambu bangkok tanpa biji, budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji

Lubang tanam perlu ditangani juga sebelum diuruk lagi

3.  Menutup lubang tanam

Kira-kira 7 hari setelah penggalian dan pencampuran pupuk, lubang tanam siap diuruk lagi. Namun sebelumnya, dasar lubang tanam perlu ditaburi pupuk KCl sebanyak 300 g dan di atasnya ditaburi pupuk kandang kira-kira setebal 20 cm, baru kemudian tanah galian diurukkan di atasnya hingga memenuhi lubang tanam lalu dipadatkan dengan cara disiram air sampai cukup merata basahnya. Agar tanah itu betul-betul “stabil”, selama 3 hari berturut-turut, urukan perlu disiram terus sekali sehari.

cara lengkap budidaya jambu, jambu bangkok merah, jambu bangkok tanpa biji, budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji

Bibit jambu ditanam setelah tanah uruk sudah stabil keadaannya

4.  Menanam bibit

Tiga hari setelah pengurukan dan tanah sudah stabil, penanaman mulai dilakukan.

  • a.    Mula-mula digali lubang seukuran kantung plastik tempat bibit;
  • b.    Setelah lubang persis di tengah-tengah ukuran selesai digali, kantung plastik bibit dibuang dulu sebelum bibit berikut tanahnya ditanam di lubang itu. Tanah di sekitar tanaman baru itu kemudian dipadatkan dengan tangan;
  • c.    Untuk mengurangi penguapan, dan juga untuk mengurangi pelarutan pupuk oleh siraman air, di atas urukan ditaburi tanah galian yang tersisa, kira-kira setebal 10 cm.
cara lengkap budidaya jambu, jambu bangkok merah, jambu bangkok tanpa biji, budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji

Sampai umur 3 tahun, jambu diberi NPK dan TS

II.   Perawatan Setelah Penanaman

Setelah selesai penanaman, jambu bangkok baik milik Poliman di Medan (Jambu sari dan Jambu raksasa), maupun jambu bangkok milik Suharyo (Jambu kurap), mendapat perawatan yang sama, yang intinya ialah : pemupukan, penyiraman, pemangkasan, dan pengendalian hama penyakit.

A.  Perawatan ala Poliman

1.  Pemupukan

a.  Pemupukan tanaman umur 0-1 tahun

Jambu bangkok milik Poliman, berbuah pertama kali pada umur 6 bulan sejak tanam, dan 6 bulan kemudian berbuah lagi untuk yang kedua kalinya. Sampai saat ini, tanaman jambu bangkok itu, menurut Poliman, belum memerlukan makanan tambahan karena makanan sudah cukup tersedia ketika pemberian pupuk pada saat penanaman dulu.

b.  Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun

setelah berbuah 2 kali, jadi umur tanaman sudah setahun, barulah pemupukan dilakukan dengan NPK 250 g per pohon, dan pupuk TS 250 g per pohon. Seterusnya  cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TS dan NPK dengan takaran sama.

cara lengkap budidaya jambu, jambu bangkok merah, jambu bangkok tanpa biji, budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji

Umur tanaman 3 tahun ke atas, jambu di pupuk NPK, TS dan pupuk kandang

c.  Pemupukan tanaman umur 3 tahun ke atas

Setelah menginjak umur 3 tahun, tanaman diperhatikan pertumbuhannya. Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tunas hasil pemangkasan ranting, berarti selain TS dan NPK ia memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak tanah per pohon. Sedang takaran TS dan NPK, tetap tidak berbuah seperti sebelumnya.

d.  Cara pemupukan

cara pemupukan dilakukan dengan membuat rorakan yang mengelilingi tanmaan persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar setengah cangkulan. Setelah rorakan selesai dibuat, pupuk tanaman ditabur di situ, lalu pupuk ini ditutup pakai tanah bekas galian rorakan tersebut.

2.  Penyiraman

Jambu bangkok rupanya rakus air. Pada waktu musim hujan, buah tersebut bisa besar ukurannya; sebaliknya pada musim kemarau, kecil-kecil ukurannya. Untuk ini, Poliman alias Aan, melakukan penyiraman di musim kemarau. Penyiraman dilakukan setiap hari pada sore hari (Penyiraman ini menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas 3.000 m persegi). Awal penyiraman dilakukan kalau tanah di sekitar tanaman tampak retak-retak.

Baca Juga :  24 Jenis Tanaman yang Ampuh Mengusir Serangga

Cara menyiramnya tidak susah karena cukup dengan menggenangi lahan pertanaman jambu tersebut. Kalau air yang menggenang ini sudah meluber rata kemana-mana, barulah penyiraman dihentikan. Kalau tanaman jambu bangkoknya hanya satu atau dua pohon, penyiramannya cukup dengan menggunakan selang air atau ember.

Gambar tanaman pohon-pohonan kartun hitam putih

Gambar A : Tanah retak-retak menandakan kekurangan air
Gambar B : Lahan langsung “dilep” air

3.  Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan sejak awal pada cabang-cabang tanaman. Cabang yang dipangkas, ialah cabang yang sudah mengeluarkan 10 daun. Cabang ini dibuang 3 daun di bagian pucuk, lalu yang 7 daun dipelihara. Namun kita juga bisa memangkas cabang yang masih mengeluarkan 7 daun, tetapi cara memangkas cukup dengan memetik tunas daunnya yang akan tumbuh.

Ranting-ranting yang berada dalam tajuk (tidak terkena sinar matahari), tentu saja perlu dibuang juga. Ranting mati, cabang mengering, juga perlu dibuang. Mengetahui ranting atau cabang mati ini, mudah saja, yaitu dengan memperhatikan keadaan ranting atau cabang tersebut. Kalau ranting atau cabang ini berhenti tumbuh, ditandai dengan tidak adanya daun baru di situ, berarti ia boleh dipangkas. Sedang ranting kecil, tetapi ia masih aktif tumbuh, biarkan saja karena ia masih bisa diharapkan untuk mengeluarkan bunga.

Ranting yang mengeluarkan bunga juga perlu dipangkas, tetapi cara pemangkasannya tidak boleh asal-asalan. Caranya, ujung ranting sebatas 3 daun di atas daun yang mengeluarkan bunga dibuang. Maksudnya, supaya suplai makanan dari akar bisa terakumulasikan pada pembentukan buah dan tidak pada pertumbuhan ujung rantin tersebut. Lebih jelasnya soal pemangkasan jambu bangkok, bisa diperhatikan pada gambar di bawah ini.

4.  Penjarangan dan pembungkus buah

Supaya jambu bangkok berbuah besar, selain semua perlakuan di atas buah yang keluar juga perlu dibatasi dan buah yang dipelihara harus dibungkus.

a.  Penjarangan buah

Penjarangan buah dilakukan setelah umur buah sekitar 2 bulan dihitung sejak bunga mulai keluar. Buah yang dijarangkan alias dibuang ialah buah yang bentuknya kurang bagus, cacat, dan yang kelihatan tidak sempurna tumbuhnya. Dalam setiap tandan, hanya dipelihara 2-3 buah jambu saja.

b.  Pembungkusan buah

Setelah melakukan penjarangan, langsung melakukan pembungkusan buah, caranya sebagai berikut :

a)    mengambil kantung plastik berukuran 1.000 g, dan bagian bawah kantung ini dilubangi;

b)    bagian atas kantung plastik calon pembungkus itu, dililit kertas (selebar kira-kira separuh ukuran panjang plastik itu), dan kertas ini fungsinya mirip “tudung” untuk melindungi buah yang ada dalam plastik dari sinar matahari langsung; dengan cara ini nantinya akan diperoleh buah yang berukuran besar dan buahnya mulus mengkilat (di samping untuk melindungi buah dari serangan lalat buah);

c)    cara memasang bungkus pada buah, lebih jelas bisa dilihat pada gambar.                                                                              

5.  Kapan buah dipetik?

Sekitar 2-3 bulan setelah tanam, jambu bangkok milik Poliman sudah mulai berbunga, dan sekitar umur 6 bulan (umur buah 4 bulan) buahnya sudah bisa dipetik. Tanaman ini cepat berbuah karena bibitnya berasal dari cangkokan. Poliman yang sekarang mempunyai sekitar 400 pohon dengan umur rata-rata 3 tahun, setiap 4 hari sekali bisa memanen 100 kg buah jambu bangkok.

B.  Perawatan ala Suharyo

Suharyo yang mempunyai belimbing demak silangan itu, merawat jambu bangkoknya yang diberi nama jambu kurap, hampir serupa dengan cara Poliman yang merawat jambu sari dan jambu raksasa.

1.  Pemupukan

a.  Pupuk kandang

Jambu kurap cukup diberi pupuk kandang saja. Takarannya, sekitar 2 meter kubik bagi tanaman berumur sekitar 8 tahun yang garis tengah tajuknya sudah mencapai 8 m. Di bawah umur itu, takarannya memakai patokan garis tengah tajuk. Yang tajuknya bergaris tengah hanya semeter, pupuknya kira-kira 0,25 meter kubik. Seterusnya, penambahan pupuk kandang, berpatokan pada penambahan garis tengah tajuk pohon jambu tersebut.

b.  Pupuk tambahan

Sebagai pupuk tambahan diberi NPK. Pemberian pupuk ini baru dilakukan kalau tanaman kelihatan tidak subur tumbuhnya kira-kira sebanyak 2 kilogram. Tanaman yang lebih muda dan lebih kecil, takarannya cukup 250 g per semeter garis tengah tajuk. Selanjutnya, penambahan NPK berpatokan pada penambahan garis tengah tajuk juga.

Baca Juga :  8 Tanaman Berbahaya dan Beracun bagi Hewan Peliharaan Anda

c.  Diberi zat perangsang

Jambu kurap juga diberi tambahan zat perangsang pertumbuhan tanaman untuk merangsang pembuahannya. Pemberian zat perangsang ini dilakukan kira-kira sebulan pembungaan atau sekitar sebulan setelah panenan dan diulang sampai 3 kali dengan selang waktu sekitar 7-10 hari.

d.  Pendangiran

Setiap 6 bulan sekali dilakukan pendangiran pada tanaman jambu kurap. Bersamaan dengan pendangiran inilah dilakukan pemupukan seperti di atas. Bagian yang didangir, mulai dari tanah persis di bawah tajuk pohon, sampai tanah di sekitar tanaman, dicangkuli secara merata dengan kedalaman secangkulan. Selesai pencangkulan, pupuk kandang ditabur merata ke bagian yang didangir itu, lalu pupuk dan tanah diaduk-aduk supaya bercampur rata. Kemudian selesai pengadukan, di atasnya ditaburi tanah dangiran itu juga, sampai adukan tersebut cukup tertutupi taburan tanah secara merata.

2.  Penyiraman

Penyiraman pada jambu kurap agak berbeda dengan jambu milik Poliman. Jambu kurap mendapat siraman sebagai berikut : setiap 2-3 hari sekali, jambu tersebut disemprot air secara merata, dengan semprotan yang menghasilkan kabut saja (seperti hujan). Dengan demikian, keadaan di sekitar tanaman selalu lembap, dan ini rupanya bisa berpengaruh terhadap hasil buahnya nanti (bisa menjadi besar ukurannya).

3.  Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah panenan. Kira-kira seminggu setelah panen, semua tangkai buah yang masih tersisa, yang belum dibuang ketika panenan, kali ini dibuang seluruhnya.

Di samping itu cabang lama juga dipangkas untuk menumbuhkan cabang baru lagi. Cabang ini dipangkas sampai bagian yang sudah menua (kulitnya sudah coklat). Dari hasil pangkasan ini nantinya akan muncul cabang baru.

cara lengkap budidaya jambu, jambu bangkok merah, jambu bangkok tanpa biji, budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji

Ujung ranting dibuang untuk merangsang pertumbuhan bunga (gambar A) danb buah (gambar B)

Cabang baru yang dipelihara ialah cabang yang pertumbuhan garis tengahnya bagus, menumbuhkan daun secara subur dan merata, sehat dan kuat. Sementara cabang yang kerdil, lambat tumbuhnya, dan juga kelewat cepat tumbuhnya tapi pertumbuhan garis tengahnya lambat (pertumbuhannya hanya memanjang terus), tidak dipelihara.

Ranting-ranting pun, yang tidak baik tumbuhnya juga dibuang. Ranting-ranting ini terutama ranting yang kelihatan kurus; yang menumbuhkan daun tidak merata serta tidak subur; sebaliknya ranting yang tumbuh memanjang terus sementara pertumbuhan aris tengahnya lamban harus dipotong.

cara lengkap budidaya jambu, jambu bangkok merah, jambu bangkok tanpa biji, budidaya jambu biji, cara bertanam jambu biji

Supaya buah tumbuh sempurna, harus dibungkus plastik yang ditudungi kertas

Tunas-tunas yang suka tumbuh di batang pokok, atau cabang utama, juga dipangkas dengan alasan kalau dipelihara tidak akan menjadi bagian tanaman yang bisa menghasilkan buah.

4.  Penjarangan buah

Penjarangan buah dilakukan juga oleh Suharyo terhadap jambu bangkoknya. Katanya, setiap dompolan buah diupayakan supaya tetap menumbuhkan 1-2 buah saja sehingga nantinya ukuran buah bisa besar sekali.

Penjarangan dilakukan setelah umur buah sekitar 1,5 bulan. Yang dipelihara ialah buah yang sehat, tumbuhnya sempurna, dan tidak cacat. Cara penjarangannya, kalau dalam setiap dompolan ada 3 buah, maka yang dipelihara hanyalah buah yang terletak di tengah-tengah (buah yang diapit oleh buah lain).

Setelah dijarangkan barulah buah itu dibungkus kertas semen untuk mengatasi lalat buah dan juga untuk membuat agar buah bisa menjadi besar.

5.  Panen jambu kurap

Sebagaimana jambu sari dan jambu raksasa di Medan, jambu kurap siap dipetik setelah berumur 4 bulan (2,5 bulan setelah dibungkus). Buah jambu kurap yang matang atau siap petik ini, warnanya masih kehijau-hijauan namun kulitnya mengkilap. Produksi buah seperti pohon yang berumur 8 tahun di atas, kira-kira mencapai 120 kg untuk sekali petik. Dalan setahun, jambu kurap bisa dipetik 2 kali. Produksi buah seberat itu, tidak banyak jumlahnya karena bobot buah jambu kurap ada yang bisa mencapai lebih dari 1,5 kg.

cara budidaya tanaman buah jambu, gambar orang macul kartun, mencangkul

Pendangiran dilakukan secara rutin (Gambar A), lalu pupuk kandang ditebar merata (gambar B), kemudian pupuk ditutup tanah (gambar C)

III.  Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengganggu yang paling banyak ditemukan pada jambu bangkok ialah lalat buah dan kutu daun. Untuk mengatasi ini, Poliman mengadakan penyemprotan insektisida dengan selang waktu seminggu sekali. Setelah tanaman mulai berbunga, penyemprotan dilakukan seminggu 2 kali. Kira-kira sebulan mau panenan, penyemprotan dihentikan.

Sedangkan Suharyo, melakukan penyemprotan dengan selang waktu seminggu sekali, tetapi pada saat tanaman berbunga penyemprotan dihentikan dan digantikan dengan pengasapan. Cara pengasapan ini sama seperti yang dilakukan Suharyo pada belimbing wijaya miliknya.

gambar orang menyiram, penyiraman tanaman buah buahan

Pohon disemprot air supaya kotoran yang menempel di daun bisa musnah (membantu fotosintesa) dan keadaan di sekitar pohon selalu lembab

IV.  Bagaimana Rasa Buahnya?

Dengan cara penanganan seperti dilakukan Poliman dan Suharyo, jambu bangkok yang 3 macam itu, ukurannya memang menakjubkan. Jadi kalau selama ini ada yang mengeluh soal mengecilnya buah jambu bangkok yang dipeliharanya, tirulah cara yang dilakukan kedua petani jambu tersebut. Mengenai soal rasa, jangan ragu-ragu, sebab kedua petani itu mengatakan jambunya berasa manis dan enak! Tips Berkebun Jambu Bangkok Sukses #GTW

Loading...
error: