7 Jawaban Lucu, Mengapa Tidak Pakai Helm Saat Berkendara

ngasih.com. Bisa dikatakan, Indonesia darurat taat peraturan. Begitu banyak penduduk negeri ini yang menyepelekan kebijakan dan aturan-aturan yang dibuat demi kebaikan. Tidak jarang, pelanggaran ini juga dilakukan oleh masyarakat umum, hingga wakil rakyat. Peraturan diabaikan, secara terang-terangan maupun sembunyi tangan.

Barangkali benar, bahwa pemimpin menjadi cermin bagi rakyat yang dipimpinnya. Ketika begitu marak penyelewengan pada tampuk kekuasaan, di tingkat bawah pun terjadi ketidakpedulian pada aturan, kejujuran, keadilan, dan keamanan. Terlebih lagi, ada saja cara berkelit dari hukuman.

Sebagaimana yang tampak pada pelanggaran lalu lintas paling dasar, yaitu tidak menggunakan helm. Respon mereka selalu tipikal, tak berubah dari zaman ke zaman. Seperti apa jawaban klasik orang-orang jika tertangkap basah tidak menggunakan helm saat berkendara? Berikut ini 8 jawaban di antaranya:

1. Males ah, ribet!

Alasan klasik dan simpel, tapi bagaikan ngajak berantem. Pakai helm tinggal slub dan klik saja malas, mending tidur saja di dalam kamar. Coba pikirkan lagi akibatnya. Lebih ribet yang mana, pakai helm atau ke rumah sakit pakai BPJS? Ups!

2. Kan deket, cuma kesitu aja, kok.

Kalau berani melontarkan kesalahan logika “jarak dekat” ini, sepertinya  hasil pendidikan bangsa kita cukup prihatin. Apakah mereka pikir yang perlu pakai helm cuma astronot karena bulan jauh di angkasa? Apakah aspal di sekitar rumahmu terbuat dari nutrijel yang nyoy-nyoy? Sekadar mengingatkan, bahaya bisa menyergap di mana saja!

Baca Juga :  6 Jenis atau Bentuk Bullying dan Contohnya

3. Ogah ah, nanti rambutku berantakan.

Masalah banget ya, rambut berantakan? Sudah tahu bakal naik motor, kenapa pula masih gegayaan dengan rambut cetar membahana. Ketiup angin juga buyar, tuh! Mending nanti, atur rambut di tempat tujuan. Atau, kalau ngeyel mau tetap stylish, sana naik taksi aja!

4. Pake helm bikin pusing.

Sebenarnya, alasan ini tertolak karena bersifat subjektif. SNI pada helm, menjamin kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama berkendara. Ketika helm yang digunakan bikin pusing, mual, pengap, atau gelap, bisa jadi kamu pakai helm yang salah. Barangkali kegedean, kekecilan, miring, atau jangan-jangan …  kebalik? Duh!

5. Yang penting kan udah pakai topi.

polisi helmet helm jadul militer jaman dulu amerika sabhara lantas huru hara brimob full face bagi bogo bagikan gratis chips anak curi dipukul jual di bandung densus 88 hitam indonesia ink gambar jaguar kyt lalu lintas terbaru maling sholat menggunakan model motor membagikan modular nolan nhk oxy pakai pake tidak gak pukul tni retro shalat standar tempur polri tanpa berkendara 2016

ilustrasi via : wordpress.com

Helm punya SNI terbaik yang sudah dikaji secara ilmiah dari sisi ergonomis, keamanan, dan berbagai aspek lainnya. Lantas, apakah bisa disamakan dengan topi, kupluk, kerudung, atau sorban? Tentu saja tidak, saudara-saudari sekalian.

6. Santai, nggak ada polisi.

Orang-orang yang melontarkan alasan ini sebenarnya kasihan, karena mereka tidak paham tujuan dari suatu kebaikan. Mereka hanya pakai helm karena takut polisi. Tanpa mereka sadari, polisi dan malaikat maut saling berlomba untuk datang lebih dulu.

Baca Juga :  6 Manfaat Jamur Bagi Kesehatan Manusia

7. Rambutku masih basah, nanti helmnya bau.

Hedeuh, rempong banget! Kalau basah ya keringkan atuh, cyin. Sudah tahu kan, ada teknologi hair dryer dan kipas angin yang bisa membantu pengeringan rambut? Kalau tidak tahu, yasudah. Atur jadwal dong, agar rambut sudah kering saat keberangkatan!

Bagaimana, ada ide jawaban lain yang lebih dari  “gubrak”?

Loading...
error: