Cara Membuat Anak Orang ini Aneh! Hingga Punya 106 Anak, Kok Bisa?

ngasih.com. Pernah mendengar sebuah kalimat yang memiliki makna filosofi, “Banyak Anak, Banyak Rezeki”? Ya, ini adalah salah satu istilah yang sebenarnya sudah sangat ramah di telinga masyarakat.

Sehingga tidak sedikit banyak keluarga besar yang memang senang dengan kehadiran buah hatinya dalam keluarga, dalam jumlah banyak, mungkin bisa sampai 4-5 anak. Namun bagaimana bila ada seorang pria yang memiliki 106 orang anak? Pernahkah Anda mendengarnya?

berapa lama cara membuat anak, ada berapa cara membuat anak, berapa kali cara membuat anak, berapa hari cara membuat anak, cara membuat anak di mana saja, bagaimana cara membuat anak

via : imgur.com

Seorang pria yang berasal dari Masstricht, Belanda yang bernama Ed Houben baru-baru ini menggegerkan dunia internet dengan pembicaraan yang mengatakan bahwa ia memiliki banyak anak hingga 106. Ini tentunya membuat Anda kaget juga bukan? Sehingga tidak heran bila ia kerap mendapatkan julukan sebagai pria tersubur di kawasan Eropa.

Namun ternyata setelah dicari tahu lebih jauh ternyata anak-anak tersebut bukanlah anak biologisnya atau hasil buah cinta dari sang istri. Ed merupakan seorang yang menyetorkan spermanya sendiri kepada orang lain yang ingin mengandung. Ed tidak melakukan hubungan intim, namun ia memanfaatkan alat untuk memberikan spermanya.

Baca Juga :  Menguak Sejarah Rahasia Primbon Kecantikan Putri Keraton

Namun tidak sedikit ada saja perempuan yang menjadi pelanggannya, menginginkan Ed secara langsung melakukan hubungan badan agar cepat dikarunia anak. Awalnya tentu saja ia menolak, namun lama kelamaan karena berbagai macam pertimbangan ia melakukannya agar perempuan tersebut bisa membuat anak dengan cepat.

apa saja cara membuat anak, www.cara membuat anak, www.cara membuat anak perempuan, www.cara membuat anak kembar, www.foto cara membuat anak, cara 2 membuat anak, 4 cara membuat anak, 5 cara membuat anak 7 cara membuat anak, 7 cara membuat anak laki laki

Karena pasalnya bila hanya memanfaatkan sebuah alat atau lewat inseminasi itu akan sangat membutuhkan waktu lama hingga akan menghasilkan bibit unggul atau janin dalam kandungan.

Setidaknya perlu menunggu hingga 12 bulan sementara kalau dengan cara yang alami atau melakukan hubungan intim langsung, para perempuan yang ingin hamil tidak perlu menunggu dalam waktu yang sangat lama. Hanya perlu melakukan saat tingkat kesuburannya tinggi, biasanya dalam waktu beberapa minggu atau 1 bulan saja juga sudah mendapatkan hasil yang positif.

Kalau Cara cara membuat anak ini dilakukan di Indonesia mungkin sudah menjadi polemik bahkan pasti menjadi larangan, bila terlalu sering dilakukan apalagi bila langsung melakukan hubungan badan. Oleh sebab itu, untuk melakukan ini juga harus mendapatkan payung hukum yang membolehkannya. Karena bisa saja dianggap kegiatan illegal atau kejahatan yang membuat banyak perempuan hamil bahkan sebelum mereka berkeluarga.

Baca Juga :  6 Manfaat Jamur Bagi Kesehatan Manusia

Tapi di negara Belanda sendiri kenapa Ed melakukannya karena tidak ada larangan untuk Ed melakukannya. Ia justru ingin melakukan hal tersebut terus bila memang banyak perempuan yang sangat ingin hamil dan membutuhkan spermanya.

Tidak sedikit perempuan yang sama sekali tidak mau menikah namun ia tetap ingin memiliki anak untuk menemaninya dalam hidup, maka cara inilah yang biasanya dilakukan. Atau bisa juga karena alasan tingkat kesuburan pasangannya sendiri sehingga membuat perempuan tersebut harus memutuskan mengalami sperma dari orang lain. Cara ini tentunya tidak bisa sembarangan dilakukan, harus ada prosedur tertentu yang dilewati terlebih dahulu agar hasil yang diinginkan bisa maksimal.

Namun, tahukah Anda? Ada fakta menarik lagi dari pria yang memiliki 106 orang anak ini. Ternyata Ed sendiri belum menikah sampai sekarang yang diperkirakan usianya sudah memasuki kepala 4. Namun tentunya biarpun Ed sering menyumbangkan sperma kepada perempuan yang ingin hamil, ia juga masih memiliki harapan untuk bisa memiliki keluarga besarnya sendiri. Keinginan Ed membentuk keluarga dan mendidik anak biologisnya sendiri masih sangat ia harapkan.

Loading...
error: